Keunikan Manusia Mempunyai Sidik Jari



Keunikan Manusia Mempunyai Sidik Jari

Fakta bahwa sidik jari tidak berubah dan dapat digunakan sebagai identitas seseorang baru diketahui pada akhir abad ke-19. Sebelumnya, sidik jari hanya dilihat sebagai guratan-guratan tanpa arti apa-apa.

Kemudian, seorang peneliti bernama Sir Francis Goly pada 1800-an mengungkapkan bahwa pola lingkaran pada ujung jari seseorang, yang kemudian dikenal sebagai sidik jari, adalah unik untuk tiap individu.

Dari penelitian dan temuan selanjutnya, diterapkanlah pola identifikasi individu dengan sidik jari pada 1880, utamanya dalam kaitannya dengan tindak kriminal.

Pada era modern, fakta-fakta tentang keunikan sidik jari makin jauh terungkap. Pola sidik jari seseorang ternyata dibentuk hanya beberapa saat sebelum bayi dilahirkan. Pola tersebut tidak berubah dan akan tetap demikian seumur hidupnya, kecuali apabila ada bekas luka.

Demikian uniknya pola sidik jari ini, sehingga dua orang yang kembar identik, dengan pola DNA sekuens yang sangat mirip pula, memiliki pola sidik jari yang berbeda. Teknik identifikasi memakai sidik jari diakui secara legal oleh banyak organisasi kepolisian di dunia.

Terkait dengan jari-jemari, Allah berfirman dalam salah satu ayat Alquran. “Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna,” Surah Al-Qiyamah Ayat 3-4.

Buku Tafsir Ilmi mengungkapkan, penyebutan jari-jemari secara khusus sangat menarik dan menggugah keingintahuan. Mungkinkah ayat ini memotivasi manusia untuk memperhatikan jari-jemarinya.

Sebagian ulama menyatakan bahwa penyebutan jari-jemari pada ayat ini berkaitan dengan sidik jari manusia. Utamanya karena ayat ini dan beberapa ayat lain sebelum dan sesudahnya berbicara tentang cara Allah mengenali individu pada hari kiamat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian Tubuh Yang Tidak Akan Hancur

Janda Miskin Yang Diajak Berbisnis Oleh Allah

Fakta Ledakan Big-Bang